TOUNA- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Tengah Bapak Dr.Ir Doni Janarto Widiantono,M.Eg.Sc beserta pejabat Administrator melakukan kegiatan pembinaan di Kantor Pertanahan Kabupaten Touna, Rabu (24/8/2022).
Dalam kunjungan tersebut Kakanwil Badan Pertanahan Provinsi Sulteng didampingi Kepala Tata Usaha Provinsi Sulawesi Tengah Ibu Sandra Maria Stephanie Hutabarat,SH.,M.Sc, Kepala Bidang Survei dan Pemetaan Bapak Susmianto,ST.MM, Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Bapak Susetyo Nugroho,S.Kom, M.Sc, Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan Bapak Nurdin,S,SiT, M.A.P, Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan Bapak David Robinson Kalangie, A.Ptnh,M.M, Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Sengketa Bapak Imam Soedradjat,A.Ptnh, Kepala Tata Usaha Kabupaten Poso Ibu Sunarti.
Kunjungan itu disambut oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Touna Bapak Rusli M.Mau, S.SiT, beserta Kepala Tata Usaha, Kepala Seksi, ASN serta PPNPN Lingkup Kantor Pertanahan Touna.
Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Touna Rusli M.Mau dalam sambutannya menyampaikan bahwa Untuk pelaksanaan kegiatan PTSL mungkin tahun ini kami agak terlambat karena di akhir Maret itu kami baru menetapkan lokasi, kemudian hambatan kedua itu yang jadi masalah lokasinya kami semuanya berada dalam kota yang secara notabene ada yang sampai dua kali masuk di PTSL di Masa lampau.
"Oleh karena itu, jadi mengakibatkan Pemerintah Desa dan Kelurahan banyak yang kurang, saya berusaha dan Alhamdulillah sampai dengan tanggal 22 Agustus 2022 kemarin untuk pengukuran dari target setelah rekofusing bentuk PBT 1.190, dan Alhamdulillah kegiatan lapangan sudah selesai pengukuran,"kata Kepala Kantor Pertanahan Touna Rusli M.Mau.
Menurutnya, saat ini yang ada di dasbor itu sudah 1094 bidang, jadi jadi 96 bidang yang akan di input. Ini agak terlambat karena teman-teman pengukuran itu berhati-hati karena dalam kota banyak sekali sertipikat yang kita sudah sertipikatkan dan posisinya juga harus di perbaiki.
"Jadi untuk pengukuran PTSL itu sudah selesai sesuai target setelah rekofusing, nah yang masih berat itu fuldadis kalau fuldadis ini baru 426 bidang dari target 1.100 bidang. Tapi kami buat komitmen pada rapat Jumat lalu bahwa rencana kami untuk pengelolaan sampai dengan terbit SU ini tanggal 30 bulan September 2022 selesai dan kalau untuk fuldadis pada bulan November 2022,"jelasnya.
Kemudian untuk redis kata Rusli, kami juga ketinggalan dari target 2090 lapangannya ini baru 635 bidang, artinya baru 30,8 persen. Kendalanya juga selain kami lambat memulai dari objek ini adalah pelepasan kawasan sekitar 70 persen dan ini kurang lebih 300 hektare yang dilepaskan.
Kalau hitung-hitungan teman-teman dari seksi tiga ini cukup 45 persen yang bisa lakukan Pengukuran dan sebagainya itu masih berupa hutan, dan kedua sebagiannya itu sudah bersertipikat hanya kami mencari lokasi baru lagi untuk memenuhi target yang sudah ada.
Kemudian ada 90 bidang penambahan itu berada diwilayah Kepulauan dan teman -teman yang bagian lapangan nanti tanggal 28 baru melakukan penyuluhan di kepulauan, ini lokasi sesuai Laporan dari KPA (Konsersium Pembaharuan Agraria) ke Staf Presiden bahwa lokasi tersebut adalah lokasi yang bermasalah dulunya.
"Alhamdulillah kita sudah selesaikan permasalahannya dan bisa kita redistribusi tahun ini, kemudian kegiatan yang lain BMN tadinya juga 33 setelah kami lakukan pengukuran sebagian besar itu ada 17 bidang sudah bersertipikat jadi tinggal target 21 bidang dan kegiatan pengukuran sudah selesai tinggal fuldadisnya lain 7 bidang lagi yang dokumennya belum ada,"ujarnya.
Jadi kami disini Tambahnya, juga ada kegiatan linter dengan target 239 bidang yang terdiri dari Perikanan nelayan ada 46 bidang dan UMKM ada 193 bidang, ini kegiatan lapangan sudah 93,7 persen untuk lintas sektor.
"Untuk yang lainnya termasuk pemberdayaan masuk di tahap pemodelan,"tuturnya.
Dikesempatan yang sama, Kepala Tata Usaha Provinsi Sulawesi Tengah, Sandra Maria Stephanie Hutabarat mengatakan bahwa terkait dengan rapat pembinaan pada hari ini seperti disampaikan oleh Bapak Kakanwil kami memiliki metode yang berbeda jadi setelah ini kami mohon untuk masing-masing seksi dari Kantah Poso dan Touna untuk bergabung sesuai dengan bagiannya masing-masing.
"Bahkan kami pun akan memeriksa berkas sesuai dengan evaluasi semester II penarikan data pertanggal 22 Agustus 2022 sehingga kami ingin meriscek kembali dan melihat bagaimana kemajuan dan juga kesulitan yang dihadapi oleh rekan-rekan,"ungkap Kepala Tata Usaha Provinsi Sulawesi Tengah Sandra Maria Stephanie.
Sandra meminta untuk menyediakan data dan bisa menyampaikan secara langsung apa yang menjadi kendala dan renaksi karena dengan waktu bulan September-Oktober dan November 2022 tentunya kita harus maksimalkan terkait dengan surat dari Sekjen bahwa anggaran yang tidak bisa di optimalkan nantinya oleh rekan-rekan bisa di optimalkan ke bagian lain.
Terutama pelayanan PNBP juga terkait rekan-rekan sudah bisa menilai dari seksi 1 dan seksi II mana PNBP masih rendah sehingga bisa di geser ke layanan pertanahan yang masih membutuhkan, sehingga bapak ibu kita bicarakan Sama-sama pada hari ini sehingga output pertemuan kita pada hari ini bisa menjadi langkah selanjutnya.
"Nanti kami akan menanyakan komitmen sesuai apa yang menjadi komitmen bapak ibu dan target yang harusnya di capai oleh Kantah masing-masing dan memperhatikan dengan hasil akhir dan harus di ingat apa yang sudah kita share Kemarin itu PTSL maupun layanan yang lain yang sudah direvisi tolong bisa dilanjutkan,"pintanya.(ANTO)