TOUNA -Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2K) Provinsi Sulawesi Tengah Bbersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tojo Una-una gelar Workshop pencegahan pernikahan anak dan stunting.
Kegiatan tersebut bertempat di Hotel Ananda Ampana Senin (28/11/2022) yang dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una Dr. HJ. Sovianur Kure, S.E., M.Si, dihadiri Kepala DP2KB Provinsi Sulawesi Tengah Tuty Zarfiana, S.H.,M.Si, Narasumber/Pemateri, Dr. Nudiatulhuda Mangun, S.E., M.Si dan dr. Merdiana Darkuthni, Sp.OG. serta Kadis KP3AP2KB Kabupaten Tojo Una-Una yang diwakili oleh Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Hadijah Bafadal, S.Sos.
Pada kesempatan itu, Sekda Touna dalam sambutannya mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana Provinsi Sulawesi Tengah yang telah memberikan perhatian besar kepada Kabupaten Tojo Una-Una dengan terselenggaranya kegiatan workshop cegah nikah dini dan Stunting di Kabupaten Touna.
“Saya sangat menyambut baik dengan adanya workshop ini, untuk menambah kesadaran dan edukasi kepada masyarakat utamanya generasi muda yang hadir di sini dengan harapan anak anak generasi muda dapat meneruskan Edukasi kepada rekan rekan sebaya dan masyarakat disekitarnya untuk merencanakan masa depan dengan baik.” Ucap Sekda.
Sekda katakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Touna telah melakukan berbagai upaya dan strategi dalam rangka melakukan pencegahan pernikahan usia dini dan stunting di Tojo Una-Una, diantaranya dengan melalui kampanye pencegahan dan penghapusan perkawinan pada usia anak, Bina keluarga remaja, di bentuknya kampung KB, upaya meningkatkan ketahanan dan kualitas keluarga, sinergitas berbagai pihak pun senantiasa dilakukan secara terintegrasi sehingga pelaksanaan berbagai program untuk mendukung peningkatan kualitas keluarga dapat berjalan lancar.
"Pernikahan usia dini berbuntut berbagai permasalahan yang merugikan pihak pihak yang melakukan pernikahan mulai dari angka perceraian meningkat, kekerasan dalam rumah tangga, hingga tingginya angka stunting. Menurut data SSGI tahun 2021 angka prevalensi stunting di Kabupaten Tojo Una-Una masih cukup tinggi yaitu berada di angka 29,4 persen dengan kategori “medium”, Berbagai upaya terus dilakukan untuk menurunkan angka stunting namun dibutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak untuk menyukseskan percepatan penurunan stunting menjadi 14 persen pada akhir tahun 2024,"ujarnya.
Menurut Sekda, bahwa dalam setiap kesempatan saya selalu menekankan agar kita semua harus bekerjasama, bekerja keras serta saling bahu membahu dari semua komponen dan elemen Bangsa, Pemerintah maupun swasta. Hal yang mustahil dapat menjadi mungkin, untuk menyukseskan program Nasional ini agar generasi Indonesia yang berkualitas dapat diwujudkan karena penurunan angka stunting ditentukan seberapa kuat komitmen kita untuk membangun masyarakat dengan melepas ego sektoral dan menyadari bahwa anggaran yang kita miliki dipergunakan sebesar besarnya untuk masyarakat.
"Pada kesempatan yang sama pula di kukuhkan Pengurus Forum Generasi Berencana (GENRE) Sivia Patuju Kabupaten Tojo Una-Una untuk masa bakti 2022-2024 berdasarkan hasil keputusan bersama forum GENRE Sivia Patuju pada tanggal 11 Agustus 2022,"jelasnya.(ANTO)